Menghasilkan Susu Lebih, Meningkatkan Laba Bagian 2

Penyimpanan dan Sanitasi Pakan

Dari sisi pakan, Technical Consultant USSEC, Prof. Budi Tangendjaja menekan – kan, penyimpanan dan sanitasi pakan ju – ga mesti menjadi prioritas dalam peter – nak an sapi perah. Sebab, imbuhnya, keru – gian selama penyimpanan bukan hanya susut, tapi juga penurunan kualitas yang nantinya mempengaruhi produksi dan akhirnya mengontaminasi susu. “Kontami – nasi hama menyebabkan penyakit dan ke – rugian ekonomi,” ujarnya mewanti-wanti. Untuk mengontrol hama seperti jamur, tikus, dan serangga, peternak harus me – nerapkan pengendalian yang terintegrasi dan program sanitasi. Dengan sanitasi, tutur peneliti Balai Penelitian Ternak Ciawi ini, hama akan tercegah untuk menda pat kan makanan dan fasilitas. Tak lupa, bahan pakan dan pakan harus disimpan di atas pallet serta menjaga kebersihan peralatan kandang.

Meningkatkan Produksi dengan Pakan Alternatif

Proses pembuatan bioetanol berbahan dasar jagung menyisakan nutrisi seperti serat, protein, dan minyak. Hasil samping – an ini masih sangat bernutrisi sebagai pa – kan ternak. Budi menyebut, produk beru – pa Dried Distillers Grains with Soluble (DDGS) ini merupakan sumber energi, pro tein, dan fosfor yang baik untuk pakan sapi perah. Sebagai bahan pakan alternatif, DDGS tidak mengandung antinutrisi dan memiliki tingkat aflatoksin yang sangat rendah. Dari segi biaya, beber Budi, gizi yang didapat dari pakan DDGS terbilang lebih murah dan terbukti meningkatkan produksi susu. Hasil uji yang ia lakukan di peternakan sapi perah di Cinagara, Bogor, Jawa Barat dan peternakan di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, menunjukkan DDGS meningkat – kan produksi susu dan mengurangi biaya pakan. Ia yakin akan lebih banyak peter – nak an yang menggunakan bahan allter – natif ini. “Rendahnya produktivitas akibat jumlah dan kualitas pakan bisa disiasati dengan DDGS,” ujar pria yang juga Tech – nical Consultant US Grains Council ini. Bahan pakan alternatif lainnya, berasal dari hasil sampingan konsumsi produk peternakan (rendered product).

Elizabeth Wina, perwakilan National Renderers Association meyakini, produk rendering seperti tepung bulu dan tepung darah da – pat dimanfaatkan sebagai pakan sapi perah di Indonesia. Peneliti Puslitbang Peternakan ini meng – utarakan, produk rendering dari Amerika telah melalui proses daur ulang yang aman dan berkelanjutan. Dari percobaan yang telah dilakukan, selain efisiensi pa – kan yang lebih baik, kedua bahan tersebut berdampak positif terhadap produksi su – su dan pertumbuhan anak sapi. “Terutama te pung bulu. Penambahan 4% ke dalam pakan bisa menggantikan 30% protein ransum,” tutupnya berpromosi.