Ayo, Hemat Gunakan Listrik!

Biaya hidup yang makin mahal membuat kita mesti berhemat dalam segala hal. Listrik termasuk salah satunya. Pengeluaran listrik merupakan salah satu pengeluaran besar dalam rumah tangga. Walaupun harga tarif dasar listrik empat golongan pelanggan nonsubsidi mengalami penurunan pada Oktober dikarenakan nilai tukar rupiah pada bulan lalu menurun, namun harga barang-barang elektronik terus meroket naik.

Perbandingan yang terbalik ini membuat Anda perlu memutar otak. Semakin banyaknya kebutuhan barang yang menggunakan energi listrik di rumah akan memberi dampak terhadap tagihan listrik Anda. Belum lagi biaya hidup yang kian membengkak. Gunakanlah listrik secara bijak karena listrik masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya. Oleh karena itu, jika Anda dapat mengontrol penggunan listrik dengan bijaksana maka dengan kata lain Anda sudah turut serta berpartisipasi dalam penghematan energi.

Menghemat beban biaya listrik dapat diawali dengan menentukan kebutuhan daya listrik yang pas untuk rumah Anda. Apalagi kebutuhan bulanan seperti listrik tidak dapat diprediksi nominal pastinya. Semua tagihan tersebut tergantung penggunaan Anda dan keluarga. Jika Anda sudah dapat menghitung kebutuhan listrik sendiri maka Anda pun dapat memperkirakan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Hitung Kebutuhan Listrik Di Rumah

Sebelum mengajukan penyambungan listrik ke rumah, sebaiknya Anda menghitung kebutuhan listrik sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Ini bisa menjadi langkah awal menekan biaya pengeluaran listrik. PLN menetapkan 17 golongan tarif dasar listrik. Untuk rumah tangga, tarifnya dibagi tiga, yakni R1, R2, dan R3. Golongan tarif listrik tersebut menentukan banyaknya beban dan biaya pemakaian listrik setiap bulannya.

Misalnya, untuk rumah tangga kecil dapat menggunakan daya 450 VA atau 900 VA dan rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA sampai 1300 VA. Dengan mengetahui kebutuhan beban listrik di rumah, maka anda bisa menentukan golongan listrik aman yang tepat untuk dipasang di rumah. Di bawah ini, rumah berikan contoh pemakaian rumah tangga untuk kategori sedang.. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui jumlah kebutuhan listrik perbulan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sehari-hari serta tarif yang telah ditetapkan oleh PLN.

Jenis perangkat elektronik yang Anda gunakan di rumah juga menentukan biaya pemakaian listrik tiap bulan. Semakin besar daya perangkat listrik tersebut, akan semakin mahal pula biaya yang perlu Anda keluarkan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui perangkat apa yang paling penting digunakan di rumah, seperti AC, pompa, mesin cuci, kulkas, dan TV. Dari semua perabot elektronik tersebut, sebaiknya pilihlah yang hemat energi dan berdaya rendah agar dapat menekan pengeluaran Anda.

Desain Rumah Dan Perilaku Juga Berpengaruh

Cara lain untuk meringankan biaya listrik di rumah adalah dengan membangun rumah dengan desain yang cukup sirkulasi udara dan cahaya. Rumah yang memiliki banyak bukaan dapat menekan penggunaan penerangan buatan atau pendingin ruangan. agar sirkulasi udara dan cahaya dapat masuk ke dalam rumah sehingga ruangan akan sejuk setiap waktu tanpa menggunakan alat elektronik penyejuk seperti kipas angin bahkan AC.

Selain itu, yang paling penting dalam mewujudkan rumah hemat energi ialah perilaku penghuni itu sendiri. Beberapa studi menyebutkan bahwa perilaku turut memberi andil 30% dalam upaya penghematan energi. Mematikan alat listrik yang tidak terpakai, adalah salah satu contoh sederhana penghematan energi di rumah. Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan energi sebab kalau bukan kita, siapa lagi?

Salah satu alat yang menjadi sumber listrik cadangan adalah genset. harga genset yang murah untuk rumah tangga bisa dibeli melalui toko suplier genset silent 1250 kva di Jakarta. salah satu suplier resmi genset perkins silent adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan harga diskon.